Home

Results 1 - 10 of 105,410 for dengan ios. Search took 1.898 seconds.  
Sort by date/Sort by relevance
Youth Rights @ WoRk A Facilitator’s Guide by and for Indonesian Trade Unions A Fa cil ita to r’s G ui de b y an d fo r I nd on es ia n Tr ad e Un io ns ii Yo UT h RI Gh Ts @ W oR k iii THIS MODULE IS NOT FOR SALE Youth Rights @ WoRk A Facilitator’s Guide by and for Indonesian Trade Unions A Fa cil ita to r’s G ui de b y an d fo r I nd on es ia n Tr ad e Un io ns iv Yo UT h RI Gh Ts @ W oR k Copyright © International Labour Organization 2011 First published 2011 Publications of the International Labour Office enjoy copyright under Protocol 2 of the Universal Copyright Convention. (...) Catalogues or lists of new publications are available free of charge from the above address, or by email: pubvente@ilo.org Visit our website: www.ilo.org/publns Printed in Indonesia i Pr ef ac e fro m th e In do ne sia n La bo ur Un io n Co nf ed er at io ns Preface from the Indonesian Labour Union Confederations LAbOUR unions in Indonesia have felt the strong impact of globalisation. (...) A Fa cil ita to r’s G ui de b y an d fo r I nd on es ia n Tr ad e Un io ns 16 Yo UT h RI Gh Ts @ W oR k c. Unions have contributed to defend workers rights in the last few years. d.
Language:English
Score: 1667103.5 - www.ilo.org/wcmsp5/grou...ts/publication/wcms_166070.pdf
Data Source: un
Informasi Yang Harus Dimasukkan ke dalam Perumusan Kebijakan Inklusif Pemilihan Informasi yang Berkualitas dan Relevan • Perumusan kebijakan diawali dengan “Naskah Akademik”, dimana sejatinya, informasi diperoleh melalui metode saintifik. (...) Rekomendasi • Direkomendasikan bagi komisi ahli pendidikan yang memiliki kemampuan analisis untuk menyortir informasi • Informasi yang disortir hendaklah relevan dengan kebutuhan pembahasan kebijakan yang sedang dipertimbangkan Pemilihan informasi relevan • Uji publik yang sudah dilakukan hendaknya digunakan secara jangka Panjang, dikaji dengan baik serta terbuka untuk penyesuaian pada tahap pelaksanaan kebijakan nasional Uji publik yang optimal Sumber Informasi untuk Kebijakan Inklusif Informasi di Pemerintah • Kemendikbud mengelola informasi terkait Pendidikan dasar dan menengah formal serta non-formal. (...) Namun, data mentah ataupun informasi lain yang tidak di publikasi dapat diberikan dengan mengajukan permohonan. • Informasi yang diproduksi donor bi- dan multilateral dapat tersampaikan ke pemerintah dengan lebih mudah ketimbang informasi dari CSO. • Sementara, CSO menghadapi tantangan untuk dapat menyampaikan informasi kepada pihak pemerintah.
Language:English
Score: 1578439.4 - https://en.unesco.org/inclusiv...a%20Krishnamurti_0_0_0_0_0.pdf
Data Source: un
Situational Analysis ppt-1 Indra Krishnamurti Analisis Situasi Serapan Informasi Dalam Pembuatan Kebijakan Pendidikan Th is Do cu m en t is pr od uc ed un de r th e fra m ew or k of “V al or izi ng Ev id en ce on In cl us iv e So ci al De ve lo pm en t to Ac hi ev e th e Su st ai na bl e De ve lo pm en t G oa ls” Pr oj ec t, fu nd ed by th e M al ay sia Fu nd s in Tr us t un de r th e M al ay sia – U N ES CO Co op er at io n Pr og ra m m e (M U CP ) Analisis Inklusivitas Kebijakan di Indonesia Pembuatan Kebijakan Pendidikan di Indonesia • Pembuat kebijakan bertumpu kepada informasi yang diambil dari banyak stakeholder (baik pemerintah maupun non-pemerintah) dalam menyusun serta mengimplementasikan kebijakan yang inklusif dan adil. • Knowledge to Policy Model mengklasifikasikan 4 pilar dalam kerjasama pemerintah dan stakeholder; supply side à demand side à Penengah à Kebijakan Prosedur Penyusunan Permendikbud Penyusunan Pokok Pikiran Perumusan Pembahasan dan Koordniasi Harmonisasi/uji Publik Pengajuan usul rancangan kepada menteri Penetapan Pengundangan Penyebarluasan Sumber: Permendikbud No. 142 Tahun 2014 Analisis Inklusivitas Permendikbud No. 142/2014 • Berdasarkan kerangka kebijakan inklusif UNESCO, Permendikbud No. 142/2014 sudah memenuhi beberapa dimensi utama dari kebijakan yang inklusif. • Namun, secara umum, dimensi kebijakan yang inklusif belum sepenuhnya tercermin pada keseluruhan prosedur pembuatan Permendikbud ini. (...) Informasi yang dimiliki Pemerintah Survei Nasional Kerjasama dengan donor Bi- dan Multilateral Informasi dapat diolah kembali Dapat diakses publik Multi-format (laporan tahunan, database) Tersedia secara online dan offline Merupakan sumber utama pengambilan keputusan dalam perumusan kebijakan Dalam penggunaan, melibatkan kerjasama Pemerintah pusat dan daerah Ketersediaan Aksesibilitas Penggunaan Informasi yang dimiliki Donor Bi- dan Multilateral Program sektor pendidikan Kerjasama dengan pempus dan pemda Proyek Riset Dapat diakses publik Multi-format (laporan tahunan, infografis, dll) Umumnya tersedia secara online Penggunaan informasi tinggi melalui kerjasama dengan pemerintah Ketersediaan Aksesibilitas Penggunaan Informasi yang dimiliki CSO Proyek riset dan obsrvasi Analisis data sekunder Dapat diakses publik Multi-format (laporan penelitian, database) Tersedia secara online dan offline Sulit untuk dapat dipastikan penggunaannya dalam perumusan kebijakan Menghadapi tantangan untuk mengomunikasikan informasi Ketersediaan Aksesibilitas Penggunaan Kesimpulan
Language:English
Score: 1485136.4 - https://en.unesco.org/inclusiv...a%20Krishnamurti_0_0_0_0_0.pdf
Data Source: un
PowerPoint Presentation Menuju Strategi Ketenagakerjaan untuk Indonesia Pekerja dengan pendidikan di bawah SMA PENGENTASAN KETIMPANGAN DAN PERCEPATAN PERTUMBUHAN EKONOMI MEMBUTUHKAN PENCIPTAAN LEBIH BANYAK PEKERJAAN LAYAK 20 juta pekerjaan diciptakan dalam 10 tahun terakhir, namun kebanyakan berkualitas rendah 22% Pekerja dengan kontrak tertulis 15 juta Pekerjaan baru di sektor berproduktivitas rendah Melambatnya pertumbuhan menghambat penciptaan pekerjaan, terutama untuk wanita dan pemuda Ketimpangan di upah kerja adalah sumber utama ketimpangan di Indonesia 62% Upah pekerja formal 2x lebih besar Upah pekerja informal Indonesia harus tumbuh 6,5% per tahun untuk menyerap seluruh tenaga kerja baru dalam 20 tahun ke depan 38 juta orang Indonesia usia kerja tidak aktif, 88% di antaranya adalah wanita 7 2,1 juta Pekerjaan baru per tahun 2005-2015 200 ribu Pekerjaan baru Aug’14-Aug’15 Sumber: IFLS (2015) Sumber: Sakernas, BPS (2005-2015) Sumber: Sakernas, BPS (2005-2015) Sumber: Sakernas, BPS (2015) Untuk mencapai stabilitas ekonomi MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS MELINDUNGI PEKERJA MENANGANI PEKERJA YANG TERSAMPINGKAN FUNDAMENTAL YANG TEPAT MENJEMBATANI KESENJANGAN KETERAMPILAN STRATEGI KETENAGA- KERJAAN INDONESIA Untuk mencapai pertumbuhan jangka panjang Untuk meningkatkan produktivitas dan merespon permintaaan pasar Untuk meningkatkan kesejahteraan bagi semua Untuk meminimalkan risiko & mengoptimalkan manfaat integrasi ekonomi Untuk mencapai pertumbuhan inklusif & memanfaatkan bonus demografi MEMAKSIMALKAN MIGRASI YANG AMAN STRATEGI KETENAGAKERJAAN DIBUTUHKAN UNTUK MEMBANTU PENCIPTAAN PEKERJAAN LAYAK 74% pekerjaan baru di sektor dengan produktivitas rendah 0 0 5000 10000 15000 20000 25000 Agriculture Manufacturing Retail & Trade Malaysia Thailand Indonesia Kesenjangan produktivitas yang tinggi dengan negara pesaing terjadi di sektor utama 71% pekerja berada pada sektor dengan produktivitas rendah Sebagian besar pekerjaan tidak transformasional, dan kecilnya cap perusahaan dapat menghalangi pertumbuhan produktivitas 93% perusahaan adalah perusahaan kecil dengan < 20 pegawai TANTANGAN PERTAMA ADALAH MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS YANG MASIH RENDAH Produktivitas Sumber: Sakernas, BPS (2015) Sumber: Sakernas, BPS (2015) KENDALA UTAMA DALAM PENINGKATAN PRODUKTIVITAS ADALAH SULITNYA BERBISNIS DI INDONESIA Produktivitas Peraturan yang kompleks mempersulit proses berbisnis Perusahaan sulit mendapatkan modal usaha Biaya logistik dan transportasi yang tinggi menurunkan daya saing 114 Peringkat Indonesia dalam Ease of Doing Business 2015 (dari 189 negara) 48% 18% % perusahan yang melaporkan akses finansial sebagai halangan terbesar dalam berbisnis IDN EAP 302 341 397 500 701 Thailand Malaysia China Vietnam Indonesia Rata-rata biaya container (USD) Sumber: Ease of Doing Business, World Bank (2015) Negara Peringkat Malaysia 18 Thailand 26 Vietnam 78 China 90 UMKM ADALAH PELUANG EMAS YANG DAPAT MENGGERAKKAN RODA PEREKONOMIAN INDONESIA Produktivitas 57 juta UMKM membentuk tulang punggung perekonomian Indonesia 99% perusahaan 97% pekerja 58% PDB -28% Total Factor Productivity UMKM dibandingkan dengan perusahaan besar Namun produktivitas UMKM jauh lebih rendah daripada produktivitas perusahaan besar Sumber: Data Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (2013) KEBIJAKAN Malaysia membentuk National SME Development Council pada tahun 2004. (...) DIBUTUHKAN SEBUAH STRATEGI KETENAGAKERJAAN YANG BISA MENGHASILKAN KONDISI YANG MENGUNTUNGKAN SEMUA PIHAK Perlindungan pekerja • Biaya tinggi dan tidak pasti untuk perusahaan, sehingga enggan untuk menambah pekerja dengan kontrak formal • Perlindungan tidak pasti untuk pekerja karena kepatuhan rendah Dampak sistem pesangon saat ini • Distribusi risiko yang lebih baik • Perlindungan lebih baik bagi semua pengangguran • Dapat dibiayai dari kontribusi SJSN (dari pekerja dan perusahaan) dan tambahan dari negara Terapkan sistem perlindungan untuk pengangguran • Sistem baru harus berkualitas tinggi, sesuai permintaan pemberi kerja, dan didukung dengan sistem pencarian kerja Terapkan reformasi sistem pelatihan keterampilan ADA BEBERAPA LANGKAH YANG BISA DITERAPKAN DALAM JANGKA PENDEK UNTUK MEREFORMASI PERLINDUNGAN PEKERJA Perlindungan pekerja • Pelatihan berkualitas • Berbasis permintaan pemberi kerja • Dukungan finansial untuk pemuda dan pekerja miskin • Pemantauan kebutuhan keterampilan • Informasi pasar tenaga kerja terkini • Bantuan aktif untuk pemuda dan pekerja miskin • Akses terhadap tabungan individu • Dan dana kolektif untuk “risk-pooling” • Jam kerja fleksibel • “job sharing” • Ekspansi padat karya di saat terjadi guncangan Perlindungan dari guncangan Bantuan penghasilan Pelatihan keterampilan Bantuan pencarian kerja REKOMENDASI TERSEBUT DIDASARI CONTOH SUKSES DI JEPANG, TAIWAN, DAN KOREA Perlindungan pekerja RESPON KEBIJAKAN • Kampanye presidensial yang masif untuk meningkatkan kesadaran • Meningkatkan sumber daya untuk inspeksi HASIL • Komplain pekerja meningkat • Kepatuhan meningkat tanpa dampak negatif terhadap lapangan kerja MASALAH • Upah rendah • Tingginya ketidakpatuhan KAMPANYE COSTA RICA UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN TERHADAP UPAH MINIMUM RESPON KEBIJAKAN • Memperkenalkan asuransi pengangguran berbasis akun individu • Pekerja dan Pemberi Kerja berkontribusi pada Akun Individu • Pemberi Kerja dan Negara berkontribusi pada Dana Solidaritas • Dikelola swasta melalui manajemen Dana Pensiun HASIL • Peningkatan cakupan secara dramatis • Menghapus moral hazard • Sistem berkelanjutan secara fiskal MASALAH • Kurangnya jangkauan manfaat pengangguran: hanya mencapai 2% dari total pengangguran sebelum reformasi • Hanya pegawai dengan kontrak permanen yang ditanggung, dan manfaatnya kecil • Meningkatnya pengangguran setelah krisis Asia 1999 SKEMA ASURANSI PENGANGGURAN CHILE BERBASIS AKUN INDIVIDU BANYAK CONTOH SUKSES INTERNASIONAL DALAM MENERAPKAN REFORMASI KEBIJAKAN PERLINDUNGAN PEKERJA Perlindungan pekerja NON-PROSEDURAL DAN KURANGNYA PERLINDUNGAN DAPAT MENURUNKAN MANFAAT MIGRASI Remitansi terutama digunakan untuk konsumsi, sebagian kecil lainnya digunakan untuk investasi jangka panjang Sumber: UN DESA, 2013 Remitan per pekerja migran Indonesia masih rendah dibanding negara lain Sumber: Survei Migrasi, World Bank (2014) TANTANGAN 49% pekerja migran Indonesia non prosedural, 74% diantaranya pergi ke Malaysia Pekerja migran Indonesia belum terlindungi dengan baik 4.2 4.9 2.5 6.4 5.2 China Philippines Indonesia Thailand Sri Lanka Pengiriman remitansi per pekerja 2013 (ribu USD) Laki-laki Non- prosedural Wanita Non- prosedural Wanita Prosedural Laki-laki Prosedural 30% 19%30% 21% 15% 22% 34% 41% 43% 82% Modal bisnis Tabungan Rumah Pendidikan Pembayaran utang Kebutuhan sehari-hari 33% 32% 33% 51% Memiliki asuransi Mengikuti pelatihan Menandatangani kontrak kerja sebelum berangkat Menandatangani kontrak kerja NON-PROSEDURAL DAN KURANGNYA PERLINDUNGAN DAPAT MENURUNKAN MANFAAT MIGRASI Migrasi Sumber: Survei Migrasi, World Bank (2014) Sumber: Survei Migrasi, World Bank (2014) 3 Profil Utama pekerja migran MANFAAT EKONOMI 1. (...) Laki-laki, non- prosedural, di Malaysia 13% 27% 26% RESIKO 4 16 9 4 6 3 13 22 12 0 5 10 15 20 25 Gaji lebih kecil dari yang dijanjikan Pembayaran gaji terlambat Gaji ditahan % 5 7 6 1 4 11 2 1 0 5 10 Kekerasan fisik Kekerasan psikologis Kekerasan seksual % 88 26 22 5251 11 12 1513 7 16 5 0 20 40 60 80 100 Tidak mendapatkan upah lembur Jam kerja yang terlalu panjang Beban kerja berat Tidak mendapat hari libur % Profil 1 Profil 2 Profil 3 Perkotaan Pedesaan 72% Mayoritas migran berasal dari pedesaan … dari daerah dengan tingkat kemiskinan relatif lebih tinggi 12% 9% 0% 5% 10% 15% Daerah sentra migran Daerah non- sentra migran Tingkat Kemiskinan 48% 30% 22% 48% 14% 13% 11% Gaji lebih tinggi Cerita sukses Tidak punya pekerjaan Tuntutan ekonomi …berpendidikan SD ke bawah 465 958 934 2,386 5,026 3,753 1,610 3,928 2,330 5.1 5.2 4.0 - 1,000 2,000 3,000 4,000 5,000 6,000 Profil 1 Profil 2 Profil 3 R ib u R u p ia h Upah sebelum migrasi Upah per bulan (net) Manfaat bersih per bulan Rasio (net) SD SMA SMP …ingin mendapat gaji lebih tinggi Saudi Arabia 13 % Singapore 5 % Malaysia 55 % Hongkong 6 % Taiwan 10 % Persebaran migran berdasarkan negara tujuan KARAKTERISTIK DAN PENGALAMAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA YANG BERAGAM Migrasi Sumber: Survei Migrasi, World Bank (2014) Hanya separuh mantan pekerja migran menjadi pekerja dibayar setelah kembali ke Indonesia Banyak mantan pekerja migran tidak menggunakan keterampilan baru yang diperolehnya… Migrasi prosedural terlalu mahal… …kompleks dan memakan waktu 22tahap, 5-6bulan Sumber: BNP2TKI Ke Taiwan: Rp 15 jt Ke HK: Rp 7 jt Banyak pekerja migran tidak terinformasi dengan baik… 39% Keluarga migran tidak tahu persyaratan… …dan risiko menjadi pekerja migran42% Masih banyak yang tidak menerima pelatihan Hanya 32% pekerja migran, 63% dari prosedural menerima pelatihan 28% mantan pekerja migran menggunakan remitansi untuk membuka usaha Hanya 2% Migran mengikuti pelatihan ketrampilan/ wirausaha setelah kembali 11% Menggunakan Keterampilan Baru di Indonesia Ya Tidak 8,704 5,726 Prosedural Non Prosedural R ib u R p Rata-rata biaya migrasi 46% 56% 64% 76% 73% Pengiriman remitansi Budaya Tata krama Keterampilan Bahasa Materi pelatihan yang diterima 3% 16% 29% 17% 11% >6 bulan 3-6 bulan 1-3 bulan 1-4 minggu <1 minggu Lama Pelatihan Bahkan dengan durasi dan materi pelatihan bervariasi Walaupun hampir 1/3 mantan pekerja migran sudah menggunakan remitansi untuk membuka usaha 29 19 48 43 18 29 0 20 40 60 1 bulan atau kurang 2 bulan 3 bulan atau lebih % Prosedural Non Prosedural 52 86 33 0 50 100 Total Laki-laki Wanita % TKI Purna menjadi pekerja dibayar PEKERJA MIGRAN INDONESIA MASIH MENGHADAPI BERBAGAI PERMASALAHAN SEPANJANG TAHAPAN MIGRASI Migrasi Sumber: Survei Migrasi, World Bank (2014)Sumber: Survei Migrasi, World Bank (2014)Sumber: Survei Migrasi, World Bank (2014) Migrasi prosedural yang mudah, cepat dan murah Migrasi yang terlindungi (terinformasi dan terlatih) Manfaat migrasi berkelanjutan KEBIJAKAN PEMERINTAH INDONESIA Penyederhanaan Prosedur: • Layanan Terpadu Satu Pintu Baru ada di 4 kota Pengurangan biaya migrasi: • Kredit Usaha Rakyat Prosedur masih berbelit Transparansi prosedur: • Program G2G Hanya untuk pekerja terampil ke 3 negara Sosialisasi prosedur migrasi: • Sosialisasi berinovasi dan masif Masih terbatas Penertiban PPTKIS: • Rating PPTKIS Belum diikuti sanksi pada PPTKIS bermasalah Pembekalan dan pelatihan TKI • PAP Belum terstandardisasi, materi dan penyampaiannya Perlindungan di negara tujuan • Bilateral Agreement (MoA), service center, konsuler Belum ada MoA Pemberdayaan TKI Purna: • Edukasi dan pelatihan Belum dalam skala nasional dan belum terstandardisasi • Kredit Usaha Rakyat untuk TKI Purna Sosialisasi baru dilakukan di beberapa daerah PENGALAMAN INTERNASIONAL • Filipina: Hassle-Free Recruitment, Biaya Rekrutmen tanpa pajak untuk migran low-skilled, Database terintegrasi. • Vietnam: Program 62 Distrik termiskin • Filipina: Kerjasama pengadaan pelatihan dengan LSM, Penandatanganan MoA dengan Negara tujuan • Sri Lanka dan Moldova: Kerjasama pembekalan pemberangkatan dengan Negara Tujuan • Meksiko dan Turki: Pembentukan komunitas untuk membantu migran menyelesaikan masalah komunikasi • Filipina, Bangladesh dan Sri Lanka: Pembentukan organisasi pemberdayaan migran purna • Filipina: Program investasi SSS Flexi-Fund MIGRASI INDONESIA YANG AMAN DAN BERMANFAATMigrasi 38 juta orang tidak aktif 34 juta (88% dari total) adalah wanita juta % Hampir sepertiga wanita muda (15-24) tidak produktif (NEET) BANYAK ORANG INDONESIA DALAM USIA PRODUKTIFYANG TIDAK BEKERJA SECARA PRODUKTIF Pemuda dan wanita 51 85 Ditambah lagi 39% wanita dan 23% pria setengah menganggur Tahun 2015, partisipasi wanita dalam angkatan kerja hanya 51% % 22% pemuda menganggur, jauh lebih tinggi dari kelompok usia lain - 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 Bekerja Tidak aktif Menganggur Menempuh pendidikan 0 10 20 30 40 50 2 0 0 0 2 0 0 1 2 0 0 2 2 0 0 3 2 0 0 4 2 0 0 5 2 0 0 6 2 0 0 7 2 0 0 8 2 0 0 9 2 0 1 0 2 0 1 1 2 0 1 2 2 0 1 3 2 0 1 4 2 0 1 5 Male Female 0 10 20 30 40 50 15-1920-2425-2930-3435-3940-4445-4950-5455-59 >=60 2015 2014 2005 Sumber: Sakernas, BPS (2000-2015) Pengangguran di kalangan wanita Pengangguran di kalangan usia muda Sumber: East Asia Pacific At Work, World Bank (2014) WANITA DAN PEMUDA YANG PALING DIRUGIKAN DARI REGULASI KETENAGAKERJAAN YANG KAKU Pemuda dan wanita 5716 8 19 Sedikit perantara pasar tenaga kerja publik dan swasta, dan tidak berfungsi dengan baik Terbatasnya cakupan dan rendahnya kualitas lembaga pelatihan keterampilan Inklusi finansial buruk menghambat kredit dan tabungan Cara mendapatkan pekerjaan Umur 15-24 Terbatasnya cakupan lembaga pelatihan keterampilan yang berkualitas: seluruhnya ada 273 pusat pelatihan vokasional (BLK): tetapi 62 di antaranya tidak memiliki spesialisasi. 20 15 42 55 28 27 0 10 20 30 40 50 60 Account at a formal financial institution Saved at a formal financial institution Loan from family or friends in the past year Indonesia EAP% Umur 25+ Teman dan Saudara Menghubungi perusahaan Bursa Kerja & iklan Dihubungi perusahaan (Sumber: IFLS 2015) Perkuat perantara pasar tenaga kerja publik dan swasta, pacu juga perangkat serta database pencarian pekerjaan daring Perluas dan tingkatkan pusat pelatihan melalui sertifikasi dan pengawasan publik; terapkan sistem voucher (a la Jóvenes) bagi pekerja miskin / muda Tingkatkan akses ke lahan di area pedesaan dan kredit pada umumnya, terutama untuk wanita KENDALA UTAMA ADALAH PERANTARA PASAR TENAGA KERJA, AKSES TERHADAP PELATIHAN, DAN AKSES MODAL Pemuda dan wanita 47 22 13 18 KEBIJAKAN • Voucher untuk pemuda miskin yang membiayai pelatihan, makan, dan transportasi • Voucher dapat digunakan di tempat pelatihan swasta ataupun nirlaba yang dipilih pemerintah HASIL • Persentase pemuda perempuan yang bekerja naik 6.1 persen • Program sangat efektif biaya: biaya per penerima manfaat adalah USD750, manfaat total antara USD 666 dan 2990 KOLOMBIA: JÓVENES EN ACCIÓN KEBIJAKAN Bantuan kepada pekerja wanita rural untuk mendapat akses terhadap tanah, modal, dan layanan pemerintah HASIL • Partisipasi TK wanita naik dari 45% ke 60% • Persentase wanita dengan akte tanah naik dari 13% menjadi 56% antara 2003 dan 2007 • Proporsi wanita dalam program keuangan rural naik menjadi hampir 26% BRAZIL: KEBIJAKAN UNTUK PARTISIPASI TK WANITA BANYAK CONTOH SUKSES DARI MANCA NEGARA DALAM MENDUKUNG PEMUDA DAN WANITA Pemuda dan wanita Terima kasih
Language:English
Score: 1405449.6 - https://www.ilo.org/wcmsp5/gro...s/presentation/wcms_517512.pdf
Data Source: un
Sekitar 3–6% kasus yang dilaporkan di negara-negara endemi belakangan ini berakhir dengan kematian, terutama pada anak-anak dan orang-orang dengan masalah kesehatan lainnya. (...) Setiap orang yang berkontak fisik erat dengan seseorang yang mengalami gejala monkeypox atau dengan hewan terinfeksi memiliki risiko tertinggi mengalami infeksi. (...) Gejala-gejala monkeypox sering kali sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Ruam harus ditangani dengan cara dibiarkan kering jika memungkinkan atau ditutup dengan pembalut lembap untuk melindungi daerah ruam jika perlu.
Language:English
Score: 1349548.2 - https://www.who.int/indonesia/news/QandA
Data Source: un
CwD ID.cdr (usia sekolah 7-18 tahun) ANAK DENGAN DISABILITAS DAN PENDIDIKAN 0.8% anak usia 7-18 tahun menyandang disabilitas, atau setara dengan sekitar anak.460 ribu Latar Belakang Umum Anak Penyandang Disabilitas 43% 57% 43% 26% 26% 7-12 tahun 13-15 tahun 16-18 tahun 47% tinggal di wilayahperdesaan 53% tinggaldi wilayahperkotaan 1/2 anak dengan disabilitas berasal dari 40% rumah tangga termiskin 1. (...) Semakin tinggi jenjang pendidikan, tingkat kelulusan untuk anak dengan disabilitas pun turun signikan. Sekitar 62% anak tanpa disabilitas berhasil menamatkan SMA dibandingkan hanya 26% pada anak dengan disabilitas. 2. Kualitas Proporsi SLB dengan akses pada sarana sanitasi di sekolah Sekolah dengan toilet murid lelaki/perempuan yang terpisah 43% Sekolah dengan toilet khusus untuk murid 73% Sekolah dengan sumber air yang cukup 94% Sumber: EMIS Kemendikbud Hampir semua SLB di Indonesia memiliki sumber air yang cukup 1 dari 4 SLB tidak memiliki sarana toilet khusus untuk murid Hanya separuh SLB yang memiliki sarana toilet terpisah untuk murid lelaki dan perempuan Page 1 Page 2 Page 3
Language:English
Score: 1347726.4 - https://www.unicef.org/indones...ilitas-dan-pendidikan-2020.pdf
Data Source: un
Hasil pencarian Aksesibilitas dan inklusivitas Tersedia dalam: English Bahasa Indonesia Esai Foto 12/04/2020 Bangkit Lebih Tinggi untuk Anak dengan Disabilitas Aksi tanggap COVID-19 harus inklusif agar anak dengan disabilitas tidak tertinggal pembelajaran. Artikel 09/15/2020 Pendidikan Inklusif, menghadirkan warna di kehidupan anak Anak-anak dengan disabilitas menemukan harapan dengan bertambahnya sekolah yang menawarkan program Pendidikan Inklusif Artikel 08/21/2020 Keberagaman adalah Sumber Belajar: Kisah Atika Melalui kerja sama 1in11, madrasah di Jawa Tengah mewujudkan pendidikan inklusif bagi murid dengan disabilitas. (...) Dokumen 01/20/2020 Anak dengan Disabilitas dan Pendidikan Data SUSENAS tahun 2018 mengindikasikan bahwa, di Indonesia, hampir 3 dari 10 anak dengan disabilitas tidak pernah mengenyam pendidikan.
Language:English
Score: 1341326.8 - https://www.unicef.org/indones...aksesibilitas-dan-inklusivitas
Data Source: un
Di wilayah dengan angka kasus COVID-19 yang tinggi sekalipun, WHO tetap menyarankan agar sekolah kembali dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan. Dengan aturan kesehatan yang ketat, sekolah dapat menawarkan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak dibandingkan dengan keadaan di luar sekolah. (...) Didirikan pada tahun 1948, WHO bekerja dengan 194 Negara Anggota, di enam wilayah dengan lebih dari 150 kantor perwakilan untuk meningkatkan kesehatan, memastikan dunia yang aman dan melayani populasi rentan.
Language:English
Score: 1340609.2 - https://www.unicef.org/indones...-waktunya-anak-anak-kembali-ke
Data Source: un
Cobalah menarik perhatian anak dengan memanggil nama mereka dan berbicara dengan suara yang tenang. (...) Bantu si remaja tetap dekat dengan teman-temannya Anak remaja memiliki kebutuhan lebih besar untuk berkomunikasi dengan teman. (...) Hirup dan hembuskan napas dengan perlahan sebanyak lima kali. Setelah itu, hadapi situasi dengan lebih tenang.
Language:English
Score: 1340207.4 - https://www.unicef.org/indones...virus/kiat-pengasuhan-COVID-19
Data Source: un
Silvana Mega Sari Longe, 17, remaja dengan hambatan pendengaran, tersenyum sambil bercerita—dengan bahasa isyarat—tentang betapa senang dirinya karena dapat bertemu kembali dengan sahabatnya. (...) Khususnya saat ada murid dengan disabilitas, dan mereka perlu bantuan orang lain,” katanya. (...) Mari bantu anak-anak dengan disabilitas memenuhi haknya untuk dilibatkan.
Language:English
Score: 1338948.7 - https://www.unicef.org/indones...ilitas-siap-menghadapi-bencana
Data Source: un